Halitosis

By Administrator | 22-05-2019 | Dibaca : 1113

Halitosis

Ada 11 sistem dalam tubuh kita, salah satunya adalah sitem pencernaan yang secara organ dimulai dari mulut. Sistem ini terdiri dari 3 bagian yaitu :

  1. Saluran cerna (mulut sampai anus)
  2. Organ cerna (pankreas, liver dan empedu)
  3. System syaraf yang mengelola system cerna

Apa hubungannya dengan halitosis?

Apa itu halitosis?

Halitosis adalah suatu kondisi bau mulut yang menandakan banyak hal. 

Bau mulut dapat merusak kesan pertama seseorang, dan itu juga dapat membahayakan interaksi satu sama lain, rekan kerja, keluarga, yang akan mengganggu hubungan dalam keseharian dan dapat menyebabkan minder .

Halitosis sering disebut bad breath, atau bau mulut.

Bau mulut, seperti namanya, adalah suatu kondisi di mana bau busuk keluar dari mulut seseorang. Setelah berkumur atau menyikat gigi, biasanya hilang, tetapi dalam kasus bau mulut kronis atau persisten, bau busuk tetap ada. Kondisi bau mulut kronis secara ilmiah dikenal sebagai halitosis atau fetor oris, dan dapat menjadi manifestasi dari berbagai kerusakan internal.

Halitosis kronis adalah suatu kondisi di mana seseorang menghasilkan bau yang menyengat dari daerah mulut atau hidung dan mereka tidak dapat menghilangkannya melalui teknik kebersihan mulut yang normal, seperti flossing atau menyikat gigi. “Nafas pagi” sesekali yang dialami kebanyakan orang pada satu waktu atau yang lain bukanlah halitosis yang benar-benar terjadi. Halitosis tidak mengenal batas dalam hal usia, jenis kelamin, ras, atau tingkat sosial ekonomi.

Lebih jauh lagi, itu dapat benar-benar melemahkan semangat, dan itu berdampak negatif pada kehidupan sebanyak 50-80 juta orang di Amerika Serikat saja. Karena ini merupakan masalah yang memalukan, kami telah menemukan bahwa banyak pasien yang enggan menyebutkan masalah mereka kepada dokter atau dokter gigi mereka.(Center of breath treatment, Berkeley)

Sebagian besar penderita halitosis tidak tahu bahwa mereka memiliki masalah nafas kecuali seseorang secara langsung memberi tahu mereka. Jadi keengganan orang untuk memberitahu dengan maksud baik akan menjadi kecelakaan pagi penderita halitosis.

Keterbukaan dalam keluarga akan banyak sekali menolong anggota keluarga yang menderita halitosis, sehingga penanganan akan lebih cepat.  ( Ayok segera cek dan bertanya ke orang terdekat, apakah ada anggota keluarga yang halitosis?)

Jika terkena halitosis, maka yang kita pikirkan adalah adanya gangguan pada 3 bagian system cerna (paragraph pertama), berikutnya adalah organ terdekat dari sistem cerna yaitu system pernafasan, selain itu bisa juga melibatkan organ tubuh yang lain, oleh karena itu ketika halitosis muncul maka analisa yang komprehensif sebaiknya dilakukan. 

Secara umum halitosis disebabkan beberapa hal berikut :

  1. Makanan tertentu : bawang, bawang putih, petai, jengkol
  2. Diet yang cukup ketat sehingga mengganggu keseimbangan saluran cerna,
  3. Gangguan pencernaan (baik di saluran cerna seperti radang lambung, atau organ cerna spt hepatitis, atau syarafnya spt GERD),
  4. Dehidrasi
  5. Intoleransi susu
  6. Penyakit gigi dan mulut (radang dan infeksi pada gusi, karies, gigi berlubang dll)
  7. Gangguan sinus dan saluran pernafasan

Adapun gejala dan tanda pada halitosis sebagai berikut:

  1. Mulut sering kering
  2. Rasa asam atau pahit di mulut
  3. Nampak bulatan putih pada amandel
  4. Lapisan kuning atau putih di lidah
  5. Paska drainage hidung
  6. Luka di mulut (jamur, sariawan, abses, kanker)

Menjaga kebersihan gigi mulut  adalah salah satu upaya mencegah terjadinya halitosis, menyikat gigi saat menjelang tidur dan setelah makan tidak cukup.

Cara menyikat gigi, penggunaan dental floss yang benar sangat penting diperhatikan, kebiasaan melakukan oil puling sangat menolong kesehatan mulut, chlorophyll dapat dipakai utk menjaga kesehatan mulut dengan berkumur saat pagi hari, dan membersihkan permukaan lidah merupakan kegiatan baik dan dapat dilakukan seminggu 2 kali. 

Asupan jenis makanan, jumlah, jadwal dan cara makan juga mempengaruhi kesehatan mulut, saluran cerna dan syaraf dalam system cerna.

Kita bisa melihat bahwa kegiatan kita sehari hari dapat merupakan sebuah rutinitas yang menjaga kesehatan kita tetap prima, ada 3 pilar penjaga keseimbangan hidup yaitu, istirahat cukup, aktifitas sesuai dengan kapasitas, termasuk bekerja dan olah raga, dan makan. Ketiga hal ini jika seimbang, secara umum akan menjaga tubuh kita tetap sehat. (PU)

 

Artikel terkait :

Produk terkait :