Demam Berdarah Dengue (DBD)

By Administrator | 31-01-2019 | Dibaca : 1883

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus genus Flavivirus yang mempunyai 4 serotipe yaitu, den-1, den-2,den-3, dan den-4, melalui perantara nyamuk Aedes aegypty yang ditandai dengan demam tinggi.

Kasus demam bedarah di Indonesia masih tinggi, seolah tak kenal musim, walau nampak ketika musim hujan (Desember s.d April) prevalensinya akan meningkat, dan angka kejadian di tiap daerah berbeda beda. Kelompok umur yang terkena pada usia 4 s.d 10 tahun walau tidak menutup kemungkinan menyerang orang dewasa atau lebih muda. 

Perjalanan penyakit DBD dibagi menjadi 4 spektrum :
1.    Gejala klinis paling ringan, yaitu tanpa gejala (silent dengue infection)
2.    Demam Dengue (DD)
3.    Demam Berdarah Dengue (DBD)
4.    Demam Berdarah Dengue disertai syok ( Syndrome Syok Dengue)

Pencegahan dapat dilakukan dengan membasmi sarang nyamuk yang dikenal dengan 3M :
1.    Menguras tempat tempat penampungan air secara teratur (seminggu sekali)
2.    Menutup rapat tempat penampungan air
3.    Mengubur / menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air. 

DBD ditandai dengan demam tinggi tanpa sebab yang jelas selama 2 sd 7 hari, lesu, malas makan, muntah, pada anak yang lebih besar dapat mengeluh nyeri kepala, nyeri otot dan nyeri perut. Kadang ditandai dengan mimisan atau perdarahan gusi. Banyak kasus terlambat dibawa ke dokter atau rumah sakit karena gejala yang nampak seperti flu biasa. Dengan mengenali tanda dan gejala secara dini diharapkan kita semua bisa lebih waspada, terutama pada bulan bulan musim hujan. Tanda tanda syok meliputi kesadaran menurun, tangan kaki dingin, nafas cepat dan nadi tidak teraba. Jumlah air kencing menurun sampai tidak bisa kencing. 

Segera ke dokter jika kita curiga anggota keluarga mengalami tanda dan gejala DBD. (PU)

 

Artikel terkait :

Produk terkait :

Video terkait :