Anemia Kekurangan Besi (AKB)

By Administrator | 20-05-2019 | Dibaca : 608

Anemia kekurangan besi (AKB) adalah anemia yang disebabkan kurangnya zat besi untuk sintesa hemoglobin. Arti anemia sendiri adalah jumlah sel darah merah dalam tubuh kurang dari normal (ukuran yang telah ditentukan).  AKB adalah salah satu dari banyak jenis anemia yang ada. Kondisi ini banyak pada usia sekolah, ibu hamil dan menyusui. Anemia pada usia sekolah sangat mmeberi dampak yang merugikan, antara lain gangguan tumbuh kembang, penurunan daya tahan tubuh, kurang konsenstrasi dalam belajar, yang berakibat penurunan prestasi di sekolah.

Penyebab AKB antara lain :

  • Kekurangan asupan zat besi
  • Masa pertumbuhan cepat (anak-anak)
  • Mengalami perdarahan (menstruasi, atau perdarahan abnormal lainnya)
  • Mengalami penyakit tertentu (TB Paru, cacingan, infeksi kronis,
  • Efek samping obat (pengencer darah) yg dapat menyebabkan iritasi lambung berlanjut manjadi perdarahan lambung

Gejala anemia kekurangan besi antara lain, wajah nampak pucat,  lemah, lesu, gejala pika. Adapun tanda yang perlu diwaspadai adalah adanya stomatitis angularis (infeksi di kedua ujung pertemuan bibir atas dan bawah).

Bagaimana mengatasinya?

Kenali penyebab sehingga lebih tepat penanganan selanjutnya. Sosialisasi tentang anemia hendaknya terus dilakukan untuk keluarga.

Bagaimanapun keluarga adalah bagian yang sangat penting dalam menentukan masa depan kesehatan anggotanya. Jika gejala yang muncul menjadi mengganggu produktifitas kerja, atau karena efek samping penyakit atau obat yang dikonsumsi, segera hubungi dokter. 

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup zat besi, baik dari hewani (telur, ikan, daging) maupun dari nabati (sayur bayam, kacang  panjang, brokoli dll) tentu menjadi satu kesatuan dalam pola gizi seimbang.

Catat gejala jika : gangguan makan yang aneh (tanah, pasir, genteng dll). (PU)

 

Artikel terkait :

Produk terkait :