Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi DBD di Indonesia merupakan yang tertinggi diantara negara-negara asia tenggara lainnya. DBD banyak menyerang masyarakat Indonesia khususnya pada musim hujan atau saat pancaroba.

DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus Dengue. Virus ini dibawa dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang terkenal dengan warna loreng hitam putih pada tubuh dan kakinya ini berkembang biak didalam air bersih yang tergenang.

APAKAH DBD DAPAT MENULAR ?

Penularan DBD melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang mengandung virus dengue. Nyamuk mendapatkan virus ketika menggigit seseorang yang menderita DBD. Kemudian virus menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk air liur nyamuk. Selanjutnya nyamuk yang mengandung virus dengue ini akan menggigit seseorang yang sehat sehingga terdapat virus dengue di tubuh seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah. Sedangkan seseorang dengan kekebalan tubuh baik akan melawan virus dengue ini. 

APA SAJA GEJALA DARI DBD ?

Virus dengue dalam tubuh ketika masuk ke pembuluh dan aliran darah manusia akan bereplikasi di dinding pembuluh darah. Setelah itu, proses infeksi terjadi dengan gejala umum seperti :

  • Demam tinggi mendadak (2-7hari)
  • Pegal dan nyeri otot/kepala/sendi
  • Mual dan muntah
  • Gejala perdarahan seperti ruam atau bintik-bintik merah pada lengan atau kaki (petechiae), gusi berdarah, mimisan, muntah berdarah, bab berdarah, pada perempuan darah menstruasi lebih banyak dari biasanya

Karena virus bereplikasi di dinding pembuluh darah selanjutnya dinding pembuluh darah akan mengalami kerusakan sehingga terjadilah sebuah fenomena yang disebut plasma leakage (kebocoran plasma). Dimana terjadi bocornya darah dari pembuluh darah. Tanda dari kebocoran plasma seperti peningkatan hematokrit >20%, ascites, efusi pleura,dll.

Jika proses terus berlangsung dan DBD tidak segera ditangani, komplikasi yang ditakutkan adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Gejala dehidrasi tergantung seberapa parah derajatnya. Seperti perasaan haus pada dehidrasi ringan, tidak sadarkan diri pada dehidrasi berat.

FAKTOR RESIKO DBD

DBD dapat terjadi bila :

  1. Sanitasi lingkungan kurang baik seperti adanya timbunan sampah, barang bekas, genangan air
  2. Adanya jentik nyamuk aedes aegypti
  3. Adanya penderita DBD di sekitar lingkungan

 

PENCEGAHAN DBD :

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan cara : 3M PLUS

 

APA YANG DAPAT DILAKUKAN JIKA DITEMUKAN TERSANGKA DENGAN GEJALA DBD ?

  1. Penuh kebutuhan cairan tubuh dengan perbanyak minum air
  2. Kompres hangat pada dahi
  3. Pemberian obat penurun panas
  4. Segera ke rumah sakit jika gejala tidak berkurang atau keadaan semakin parah

KEADAAN SEPERTI APA YANG DIPERLUKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT ?

  1. Terdapat adanya tanda-tanda syok
  2. Perdarahan
  3. Penurunan trombosit <100.000/mm3 atau
  4. Peningkatan hematokrit 10-20%
  5. Nyeri perut hebat

Produk terkait :

Chlorophyll Plus

Colostrum